IN BETWEEN
Di Antara Janji dan Penggenapan — Menyelaraskan Kesabaran dengan Waktu Tuhan
Shalom,
Bulan Juli ini kita memasuki tema “In Between” — di antara janji dan penggenapan. Fokus kita: Masa menunggu antara janji & penggenapan. Kita akan belajar dari perjalanan Abraham, Sarah, dan Hagar: bagaimana menghadapi masa-masa ketika Tuhan terasa lambat, ketika jawaban belum datang, ketika kita hanya bisa menunggu.
đź“… Pathway Perjalanan Bulan Ini:
Minggu 1 (5 Juli) – “Hagar: Dilihat di Tengah Ketersembunyian”
Sarah putus asa. Ia mengambil jalan pintas. Hasilnya? Bukan kebahagiaan, tapi konflik. Namun di tengah ketersembunyian, Hagar menemukan satu kebenaran: “Engkau adalah El Roi—Tuhan yang melihatku.” Kabar baiknya: Tuhan tidak buta terhadap air matamu.
Minggu 2 (12 Juli) – “Sarah Tertawa, Tuhan Tersenyum”
Sarah tertawa mendengar janji anak di usia 90 tahun. Bukan karena tidak percaya, tapi karena terlalu lama menunggu. Tuhan tidak marah. Dia bertanya, “Mengapa Sarah tertawa?”—bukan tuduhan, tapi undangan untuk jujur. Keraguan bukan akhir dari iman, tapi awal dari pengakuan bahwa kita perlu Tuhan.
Minggu 3 (19 Juli) – “Hagar dan Ismael: Dari Putus Asa ke Sumur”
Bekas air habis. Hagar menaruh anaknya di semak—tidak tahan melihat anaknya mati. Di titik paling gelap, Tuhan mendengar. Dia membuka mata Hagar dan menunjukkan sumur. Bagi yang merasa habis akal: Tuhan mendengar. Sumur-Nya ada di dekatmu.
Minggu 4 (26 Juli) – “Ishak Lahir: Tawa Menggantikan Ragu”
Ishak lahir tepat pada waktu yang ditetapkan Tuhan. Nama “Ishak” berarti “ia tertawa.” Dulu tertawa karena ragu. Sekarang tertawa karena sukacita. Masa tunggu bukanlah buang-buang waktu. Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu. Ketika waktunya tiba, kamu akan mengerti mengapa Tuhan membuatmu menunggu.
“Kamu pikir ini bulan tentang ketidakpastian dan penantian yang sia-sia. Ternyata ini bulan tentang Tuhan yang membentuk kesabaran dalam diam-Nya. Kamu pikir Tuhan terlambat. Ternyata Dia tepat waktu dengan cara yang tidak pernah kamu duga. Bukan tentang berapa lama kamu menunggu. Tapi tentang siapa yang kamu jadikan sandaran ketika menunggu. Tuhan tidak buta terhadap air matamu. Tuhan mendengar tangisanmu. Dan pada waktu-Nya, Dia akan membuatmu tertawa.”
Kiranya Tuhan Yesus memberkati.